Harga emas dibuka lebih tinggi pada awal perdagangan hari ini Kamis (11/1) di posisi US$ 2023.86 per troy ons atau naik sebanyak 0,53% dibanding perdagangan Rabu (10/1). Harga emas mengalami penurunan pada hari Rabu seiring meningkatnya data CPI (Consumer Price Index) yang dapat mempengaruhi pandangan The Federal Reserve (The Fed) terkait dengan turunnya suku bunga tahun ini. Walaupun demikian, nilai dolar sempat melemah tetap menjaga harga emas di levelnya.
Dikutip dari CNBC, data CPI yang melemah dapat diperkirakan memberi banyak alasan bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga pada tahun ini dan akan mendorong harga emas untuk terus naik. Rilisnya data CPI pada hari ini Kamis, Reuters memperkirakan inflasi secara tahunan sebesar 3,2% pada bulan Desember dan berkemungkinan akan turun menjadi 3,8% terendah sejak pertengahan tahun 2021.
Harga emas sangat responsif terhadap fluktuasi suku bunga AS. Peningkatan suku bunga AS berdampak pada penguatan dolar AS dan hasil US Treasury. Situasi ini tidak menguntungkan bagi emas karena penguatan dolar membuat investor emas menjadi lebih sulit dan penurunan permintaan. Namun, ketika suku bunga lebih rendah dolar AS dan hasil US Treasury cenderung turun, dan dapat menurunkan opportunity cost investor emas. Dengan demikian, emas menjadi lebih menarik sebagai investasi.
Bagikan Berita Ini