Turunnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) rupiah Kembali menguat selama 5 hari berturut-turut. Dibukanya rupiah dengan angka Rp15.370/US$ merupakan hasil terkuat sejak pertengahan September 2023. Pergerakan rupiah pada hari ini Kamis (28/12) dipengaruhi oleh antusiasme dari investor asing untuk berpartisipasi dalam pasar keuangan domestik, yang dilihat dari informasi transaksi Bank Indonesia (BI) pada pekan sebelumnya.
Dikutip dari CNBC, data terbaru dari tanggal 18 – 21 Desember 2023 menunjukkan bahwa investor asing terus mencatatkan pembelian neto di pasar keuangan domestik. Total belanja bersih mencapai Rp6,37 triliun, dengan mayoritas transaksi terjadi di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang sebesar Rp4,97 triliun, dan diikuti dari pasar saham sebesar Rp1,52 triliun, serta Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp0,12 triliun. Selama enam pekan berturut-turut, terjadi aliran masuk asing dengan jumlah lebih dari Rp40 triliun net buy, di mana lebih dari Rp 25 triliun masuk ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Pengaruh positif dari aliran masuk asing juga menciptakan likuiditas yang melimpah di pasar saham. Selain itu, anjloknya DXY memberikan angin yang segar bagi mata uang Indonesia. Penurunan ini terjadi karena kebijakan dovish dari bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Sebagai catatan The Fed akan memangkas tiga kali atau kurang lebih 75 basis poin (bps) dengan acuan suku bunga pada tahun 2024.
Bagikan Berita Ini