• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Gold Analysis Report

Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2004.04 | High: 2007.64
Close: 1981.60 | Low: 1975.72

Support-Resistance hari ini
Pivot: 1988.32
R1: 2000.92 | S1: 1969.00
R2: 2020.24 | S2: 1956.40
R3: 2032.84 | S3: 1937.08
Daily Average: 28 poin

Harga emas dunia melemah ke level terendahnya dalam tiga pekan terakhir pada hari Senin seiring pelaku pasar menantikan rilis data inflasi dari AS. Hasil yang positif dari data tenaga kerja AS pekan lalu masih mendorong penguatan Dollar AS yang memicu penjualan emas oleh investor pemegang mata uang lain. Tekanan pada logam mulia juga datang dari menguatnya tiga bursa saham utama AS yang menunjukkan kembalinya minat investor pada aset yang lebih berisiko. Perhatian pelaku pasar hari ini akan tertuju pada rilis data inflasi dari AS yang sementara ini diprediksi sedikit melambat namun masih di atas target inflasi tahunan 2% yang dicanangkan oleh Federal Reserve. Bank sentral AS tersebut akan memulai rapat moneternya hari ini yang hasilnya akan diumumkan besok siang waktu setempat.

Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga 1982/troy ons dan diprediksi akan bergerak dalam rentang terbatas sebelum dirilisnya data inflasi AS nanti malam. Hasil data yang positif dapat menambah tekanan bearish pada harga emas yang akan membawanya turun menuju level support di area 1970 atau bahkan lebih dalam hingga area 1960. Namun sebaliknya, melambatnya laju inflasi di AS dapat menjadi katalis untuk harga emas memantul naik menguji area 1990 yang menjadi resistance terdekat. Break ke atas area 1990 akan menopang harga emas melanjutkan kenaikan untuk kembali ke atas level harga psikologis 2000.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?