Masa depan perekonomian yang lebih suram terjadi karena permintaan tenaga kerja terus berkurang, di mana pertumbuhan upah yang tetap rendah.
Laju inflasi meskipun harga-harga tetap tinggi, laporan tersebut menunjukkan, dengan kenaikan yang mencolok pada tingkat jual beli. Pembaruan ini muncul hanya sehari menjelang data inflasi baru yang diperkirakan akan menunjukkan pelonggaran tekanan harga yang sedang berlangsung yang telah meningkatkan ekspektasi pemotongan suku bunga pada paruh pertama tahun depan.
Dikutup dari Investing.com, kendati begitu menunjukkan pertumbuhan ekonomi lebih cepat dari yang diperkirakan pada kuartal ketiga, yang berpotensi mengacaukan optimisme atas penurunan suku bunga tatkala The Fed telah berulang kali menyerukan pertumbuhan di bawah tren untuk membantu memerangi inflasi.
"The Fed mengulur waktu... pemangkasan suku bunga tergantung pada pendinginan ekonomi dan turunnya inflasi, tetapi saya belum melihatnya. "Kita perlu melihat data ekonomi di Q4," kata Scott Acheychek, Chief Executive Officer REX Shares, kepada Yasin Ebrahim dari Investing.com dalam sebuah wawancara hari Rabu.
Source : Investing.com
Bagikan Berita Ini