Emas dibuka pada Senin (27/11) di level US$ 2.002,27 per troy ons atau naik 0,02% dari posisi penutupan Jumat (24/11) di level US$ 2.001,97 per troy ons. Harga emas berhasil melonjak di atas US$ 2.000 per troy ons dibarengi dengan melemahnya dolar karena spekulasi jeda bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reverse (The Fed).
Dikutip dari CNBC, indeks dolar telah memburuk karena lemahnya data yang dirilis minggu ini yang seharusnya membuat The Fed mengambil sikap yang lebih dovish dan hal ini bisa menjadi pendorong bagi emas pada tahun 2024, ujar Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures, Chicago.
Para pedagang memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada bulan Desember mendatang, dan memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 64% pada awal bulan Mei 2024, menurut FedWatch Tool dari CME.
Source : CNBC
Bagikan Berita Ini