The Fed merilis hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Oktober lalu pada Rabu dini hari waktu Indonesia. Hasil FOMC menunjukkan jika pejabat The Fed akan lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga. Ada isyarat kenaikan suku bunga jika upaya untuk mengendalikan inflasi goyah.
Dikutip dari CNBC International, The Fed mengatakan kebijakan harus tetap "membatasi" sampai data menunjukkan inflasi berada pada jalur yang meyakinkan untuk kembali ke sasaran bank sentral sebesar 2%.
Hal ini membuat mayoritas mata uang Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Dilansir dari Refinitiv melalui CNBC, depresiasi mata uang Asia dipimpin oleh rupiah Indonesia yang ambruk 0,87% terhadap dolar AS secara harian. Posisi kedua ditempati oleh ringgit Malaysia yang melemah sebesar 0,37%.
Bagikan Berita Ini