Harga minyak jatuh akhir-akhir ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran atas konflik Israel-Hamas. Investor mulai memperhitungkan premi risiko yang lebih kecil dari konflik tersebut setelah terbukti berdampak kecil pada pasokan Timur Tengah.
Hal ini semakin diperburuk dengan sejumlah data ekonomi yang lemah dari negara importir utama China, yang menunjukkan aktivitas bisnis tetap lemah di bulan Oktober. Sementara impor minyak China selama bulan itu masih tetap stabil, lantaran penumpukan besar persediaan negara tersebut menimbulkan kekhawatiran atas melambatnya permintaan impor dalam beberapa bulan mendatang.
Selain itu Arab Saudi dan Rusia telah mengumumkan serangkaian pemangkasan produksi untuk membantu mendukung harga minyak, anggota-anggota lain dari OPEC. Fokus saat ini tertuju pada Pertemuan OPEC yang akan datang pada 26 November, di mana Arab Saudi dan Rusia diperkirakan akan melanjutkan pemangkasan pasokan sekitar 2 juta barel per hari hingga tahun 2024.
Source : Investing.com
Bagikan Berita Ini