Hari ini harga minyak posisi US$83,53 per barel, setelah ditutup perdagangan Kamis (26/10), di posisi US$83,21 per barel.
Harga minyak dominan turun karena kekhawatiran akan konflik Timur Tengah yang lebih luas mulai mereda. Di saat yang sama permintaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan tanda-tanda melemah. AS dan negara-negara lain mendesak Israel untuk menunda invasi penuh ke Gaza, yang belum pulih dari pemboman Israel selama hampir tiga minggu yang dipicu oleh pembunuhan massal di Israel selatan oleh Hamas yang didukung Iran.
Dikutip dari kontan, Di sisi lain, kekhawatiran terhadap perekonomian global yang lebih luas juga masih membebani harga minyak. Imbal hasil Treasury AS kembali menuju 5% pada hari Kamis, menyeret saham-saham di seluruh dunia ke posisi terendah dalam beberapa bulan.Kemudian, perekonomian AS tumbuh sebesar 4,9% secara tahunan pada kuartal ketiga tahun 2023, terbesar sejak kuartal terakhir tahun 2021, di atas perkiraan pasar sebesar 4,3% dan ekspansi sebesar 2,1% pada kuartal kedua, menurut perkiraan awal.
“Meskipun tidak ada tanda-tanda jelas bahwa perang akan meningkat, perhatian kembali tertuju pada fluktuasi pasar obligasi AS dan kondisi ekonomi dunia yang lebih rapuh. Hal ini meresahkan investor,” kata analis MUFG, Ehsan Khoman.
Source : Kontan
Bagikan Berita Ini