• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Ketar Ketir Gejolak Geopolitik Israel-Palestine (2)

Konflik ini akan berdampak bagi produsen minyak besar seperti Iran dan Arab Saudi, ditambah jalur pelayaran utama yang melewati titik-titik sempit (chokepoint) di Selat Malaka, Hormuz, Bab-el-Mandeb, dan Terusan Suez.

Pasar keuangan akan khawatir terhadap risiko kenaikan harga minyak yang akan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah global.

Dilansir dari CNBC, jika konflik meluas ke seluruh wilayah maka pasokan minyak dapat terancam. Perdamaian apa pun antara Israel dan Arab Saudi dan potensi peningkatan produksi minyak Saudi tidak akan mungkin dilakukan oleh kedua negara jika Israel dan Palestina sedang berperang.

CNBC menuliskan jika Iran dianggap telah memicu permusuhan di Gaza dan Israel selatan, maka AS kemungkinan akan memperketat penegakan sanksi yang ada terhadap ekspor minyak Iran. Semua faktor ini kemungkinan akan mendorong harga minyak naik dalam waktu dekat dan oleh karena itu meningkatkan ketakutan terhadap inflasi secara global.

• Risiko nomor satu bagi perekonomian global adalah kemungkinan gelombang inflasi ketiga
Inflasi global mulai mereda setelah melambung tahun lalu akibat Perang Rusia-Ukraina. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat mendorong harga energi lebih tinggi, dan melemahkan upaya bank sentral untuk mengendalikan inflasi. Status quo geopolitik menjadi semakin tidak seimbang dalam beberapa tahun terakhir, sehingga hasil dari krisis baru ini bisa jadi lebih terbuka daripada yang diperkirakan oleh pasar.

• Risiko-risiko tersebut dapat membuat The Fed terbebani ketika mempertimbangkan apakah akan menaikkan suku bunga sekali lagi pada tahun ini dan mempertimbangkan berapa lama untuk mempertahankan kenaikan suku bunga.

Kenaikan suku bunga serta ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish membuat imbal hasil US Treasury melonjak ke 4,8% pada pekan lalu, atau level tertingginya dalam 16 tahun terakhir. Lonjakan imbal hasil ini bisa berdampak pada kenaikan suku bunga pinjaman seperti mortgage sehingga harapan ekonomi AS akan 'soft landing' tidak akan terwujud.

 

Source :CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?