• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Ketar Ketir Gejolak Geopolitik Israel-Palestine (1)

Pasar memperkirakan ketakutan akan konflik yang lebih luas di Timur Tengah menjadi kekhawatiran ekonomi global. Serangan tersebut juga menjadi guncangan keuangan global baru di tengah masih kencangnya sentimen kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) mendatang.

Dikutip dari CNBC, dampaknya terhadap pasar kemungkinan besar akan ditentukan oleh apakah konflik akan menyebar ke wilayah Timur Tengah lainnya. Terlebih, Iran adalah produsen minyak utama dan pendukung Hamas.

Krisis geopolitik di Timur Tengah biasanya menyebabkan harga minyak naik dan harga saham turun.Kenaikan harga minyak mentah bisa melambungkan kembali inflasi.

CNBC, menuliskan dampak besar tersebut akan dirasakan negara net-importir seperti Indonesia. Selain kenaikan harga minyak, ketegangan geopolitik di Israel dan Hamas bisa berdampak berupa:

• Akan terjadi lonjakan volatilitas, dengan pendapatan tetap jangka pendek kembali menjadi aset safe haven seperti emas, sementara sektor-sektor yang bersifat siklis akan menjadi sorotan.

Harga emas dunia di pasar spot pagi ini Senin (9/10/2023) melesat 1% di posisi US$1.867 per troy ons.

• Berdampak negatif terhadap pasar keuangan saham
Saat terjadi perang, aset berisiko seperti saham menjadi kurang menarik. Investor pun lebih memilih melepas saham dan mencari aset aman lainnya.

• Kenaikan harga-harga komoditas seperti minyak mentah dunia
Harga minyak dunia sudah melambung dalam sebulan terakhir karena ekspektasi kebijakan The Fed yang masih hawkish.

Waktu terjadinya konflik sangat buruk mengingat adanya pembicaraan antara Arab Saudi dan Israel. Konflik di Timur Tengah jelas berdampak pada harga minyak. Pasar akan khawatir terhadap harga energi yang lebih tinggi.

 

Source : CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?