Emas naik sebesar 0,4% di $1.827,7 per troi on, menghentikan penurunan selama 8 hari berturut-turut dan menjauh dari level terendah 7 bulan pada Kamis ()6/10/23). Namun, harga akan tetap berada di bawah tekanan di tengah naiknya yields obligasi jangka panjang dan kewaspadaan seputar tingkat suku bunga Federal Reserve AS.
Indeks dollar AS turun dari level tertinggi 11 bulan menyusul data pekerjaan AS yang lebih lemah pada hari Rabu, menyebabkan yields 10 tahun turun dari level tertinggi 16 tahun. Investor akan memantau pasar obligasi dengan cermat, mengingat perannya yang krusial dalam menggerakkan pasar keuangan. Traders emas akan menyoroti data klaim pengangguran dan nonfarm payrolls yang akan terbit pada hari Jumat. Angka positif dapat memicu penguatan lanjutan dalam USD dan meningkatkan volatilitas di pasar obligasi
Dikutip darI cnbc, data malam ini tidak sekedar mencermati Non Farm Payroll, melainkan tingkat pengangguran (Unemployment rate) dan juga upah rata-rata per jam (average hourly earnings). Powell memberi isyarat bahwa Fed menginginkan tingkat upah yang melambat dan kondisi pasar tenaga kerja yang melonggar. Ini berarti tingkat pengangguran yang tinggi, nfp yang rendah, dan upah yang turun. Jika itu yang didapatkan malam ini, maka dolar akan melemah.
Dengan demikian jika NFP malam nanti lebih rendah dari ekspektasi, pastikan disertai juga oleh average hourly earnings yang juga melemah, dan unemployment rate yang juga naik. Tapi jika 2 data lainnya (selain NFP) tetap solid (unemployment rate rendah, upah tinggi), maka respons market diperkirakan tidak akan optimal (cenderung terbatas).
Source : Investing.com
Bagikan Berita Ini