• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Nasib Rupiah Sampai Akhir Tahun

Nilai tukar rupiah ambruk 0,32% mencapai Rp. 15.625/US$ di perdagangan Rabu (05/10/23).Hal tersebut menandai rupiah telah melemah selama tiga hari berturut-turut, bahkan nilainya menjadi yang paling parah selama sembilan bulan terakhir.

Dikutip dari CNBC, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan pelemahan rupiah dibayangi oleh sentimen bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) yang masih berpotensi meningkatkan suku bunga acuan pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) di akhir tahun ini.

Menurut Destry, ketidakpastian dari the Fed berpengaruh pada mata uang global, termasuk Indonesia. Ketidakpastian yang bersumber dari pernyataan pejabat the Fed ini membuat pasar hebok dan panik. Kondisi ini ditambah dengan kenaikan FFR sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Tingkat ini akan setara dengan suku bunga BI di 5,75%.

Sejumlah pidato pejabat the Fed pada kemarin dan hari ini tampaknya sudah mulai mengubah haluan dari sebelumnya dovish ke hawkish lagi. Hal ini terjadi karena kondisi pasar tenaga kerja yang masih kuat sementara inflasi dinilai sulit turun karena harga minyak yang melonjak. Dan bayangan ini diprediksi akan terus bergerak sampai akhir tahun.

 

Source : CNBC Kontan

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?