Harga emas mencapai puncak tertinggi sepanjang sejarah karena ketidakpastian terkait pemilihan presiden AS serta ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, yang mendorong para investor untuk beralih ke aset safe-haven seperti emas. Di samping itu, kebijakan moneter yang longgar juga berkontribusi dalam menjaga harga emas tetap tinggi.
Menurut data dari CNBC, harga emas di pasar spot pada perdagangan Kamis (17/10) tercatat ditutup pada US$2.692,66 per troy ons, naik sebesar 0,72% dari harga sebelumnya. Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak lebih dari 30%, melampaui rekor tertinggi yang pernah dicapai, didorong oleh prospek pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve setelah pemangkasan sebesar setengah poin persentase bulan lalu, serta ketidakpastian geopolitik yang terus berlangsung.
Nitesh Shah, seorang ahli strategi komoditas dari WisdomTree, menyatakan bahwa selain ketegangan di Timur Tengah, pemilihan presiden AS yang mendekat juga menciptakan ketidakpastian yang besar. Dalam situasi seperti ini, emas sering kali dipilih sebagai aset perlindungan.
Prediksi menunjukkan bahwa harga emas akan terus naik dan bisa mencapai $2.941 per troy ons dalam 12 bulan mendatang, menurut proyeksi dari pertemuan tahunan London Bullion Market Association. Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, menambahkan bahwa survei yang dirilis LBMA memperkirakan harga emas mendekati $3.000 dalam waktu setahun, dan perak diprediksi akan mengalami kinerja yang lebih baik.
Namun, pada sesi perdagangan AS sebelumnya, harga emas sempat mengalami penurunan dari level tertinggi setelah data menunjukkan adanya peningkatan penjualan ritel AS pada bulan September, sementara laporan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan tingkat pengangguran yang tidak terduga turun. Laporan tersebut mendukung pandangan kebijakan moneter yang lebih ketat, menurut Jim Wyckoff, analis pasar senior di Kitco Metals. Emas, yang tidak menghasilkan bunga, cenderung menguat ketika suku bunga diturunkan, di mana Bank Sentral Eropa juga memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini sebesar seperempat poin.
Bagikan Berita Ini