• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Market Wait and See, Rupiah Menguat

Pada Rabu (20/12), rupiah gerak menguat tipis 0,03% terhadap dolar AS. Penguatan ini berbanding terbalik dengan pelemahan yang terjadi satu hari sebelumnya sebesar 0,1%.

Dikutip dari CNBC, People's Bank of China (PBoC) telah merilis suku bunga dasar pinjaman (LPR) satu tahun dan lima tahun.

Hasil menunjukkan bahwa PBoC menahan LPR satu tahun di angka 3,45% dan 4,2% untuk tenor lima tahun. Hal tersebut sesuai dengan konsensus dalam jajak pendapat terhadap 28 pengamat pasar yang dilakukan pekan ini, seluruh partisipan memperkirakan baik LPR satu tahun maupun tenor lima tahun tidak akan berubah yakni masing-masing di angka 3,45% dan 4,2%.

Pelaku pasar juga menunggu apakah BI akan mengisyaratkan untuk tidak menaikkan suku bunganya atau bahkan memangkas suku bunganya dalam waktu dekat setelah bank sentral AS (The Fed) mulai ada indikasi untuk dovish.

Untuk diketahui, dalam pertemuan pekan lalu (12-13 Desember 2023), The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25-5,50%. Dokumen dot plot The Fed mengisyaratkan jika The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 3 kali sebesar 75 bps pada tahun depan.

Source ; CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?