Indeks dolar AS (DXY) pada Rabu (29/11) turun tipis 0,2% dibandingkan penutupan perdagangan Selasa (28/11). Menguatnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) karena pernyataan bank sentral AS (The Fed) yang berpotensi dovish dan indeks dolar serta imbal hasil US Treasury yang turun drastis.
Dikutip dari CNBC, Pergerakan rupiah hari ini masih terjadi di tengah jebloknya dolar AS serta imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun serta capital inflow ke domestik yang cukup deras. Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10 tahun jatuh ke 4,32% pada perdagangan kemarin. Posisi tersebut adalah yang terendah seak 18 September 2023 atau 2,5 bulan terakhir.
Melandainya indeks dolar serta imbal hasil mencerminkan optimisme pasar yang melihat bank sentral AS (The Fed) akan melunak ke depan. Terlebih, Gubernur The Fed Christopher Waller pada Selasa (28/11) mengungkapkan rasa percaya diirnya jika kebijakan The Fed "saat ini sudah dalam posisi yang baik" dalam menekan inflasi.
Source : CNBC
Bagikan Berita Ini